Pengertian Kota,Desa dan Permasalahannya

Posted: 28/10/2010 in ilmu sosial dasar

I. KOTA

1. Pengertian dan Fungsi Kota

Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Kota sebagai peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan. Pedesaan pada saat ini merupakan penyangga (hinterland) kehidupan masyarakat kota, dan dapat di katakana pula bahwa kota adalah suatu habitat manusia yang merupakan lingkungan alam yang telah berubah drastis menjadi lingkungan buatan, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dan kota itu sendiri mempunyai fungsi-fungsi yang sangat bermanfaat/berguna bagi kehidupan manusia. Menurut  Noel P. Gist dalam bukunya urban society (dalam Imam Asy’ari,1993) menyebutkan fungsi kota sebagai berikut :

  1. Production Center, yakni kota sebagai pusat produksi baik barang setengah jadi maupun barang jadi.
  2. Center Of Trade, yakni kota sebagai pusat perdagangan dan niaga yang melayani daerah sekitarnya.
  3. Political Capitol, yakni kota sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota Negara.
  4. Cultural Centre, yakni kota sebagai pusat kebudayaan.
  5. Health and Recreation, yakni kota sebagai pusat pengobatan dan pekreasi(wisata).
  6. Divercivied Cities, yakni kota-kota yang berfungsi ganda atau beraneka ragam.

Kota secara internal pada hakikatnya merupakan suatu organism, yakni kesatuan integral dari tiga komponen yang meliputi penduduk, kegiatan usaha dan wadah atau tempat ruang fisiknya. Ktiganya saling terkait dan saling mempengaruhi , oleh karena itu suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif, antara lain semakin menurunya kualitas hidup masyarakat kota. Dengan kata lain pengembangan kota harus mengarah pada penyesuaian lingkungan fisik ruang kota dengan pengembangan social dan kegiatan usaha masyarakat kota.

2. Masyarakat Kota

Setelah anda mengetahua apa arti kota dan fungsi kota maka sekarang kita akan membahas tentang pengertian masyarakat kota. Pengertian masyarakat kota sendiri atau yang sering disebut urban community adalah suatu kelompok territorial dimana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya (Daldjoeni, 1997). Selain itu, ada yang mengatakan bahwa masyarakat kota adalah dekelompok orang-orang dalam jumlah tertentu, hidup dan bertempat tinggal bersama pada suatu wilayah. Masyarakat kota lebih cenderung berfikir rasional (pertimbangan akal), berdasarkan untung rugi (ekonomi) dan berdasarkan hukum-hukum yang disadap dari ilmu pengetahuan.

Maka oleh karena itu masyarakat kota memiliki beberapa ciri-ciri yang menonjol yaitu sebagai berikut :

  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan kehidupan keagamaan di desa. Kegiatan keagamaan hanya tampak di tempat keagamaan saja. Diluar itu, kehidupan masyarakat berada dalam lingkaran ekonomi dan perdagangan.
  2. Orang kota biasanya mampu mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
  3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk memperoleh pekrjaan juga lebih banyak di peroleh warga kota daripada warga desa, karena warga desa kebanyakan pekerjaannya hanya di sektor pertanian saja.
  5. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat kota menyebabkan interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  6. Waktu sangat berharga bagi masyarakat perkotaan, sehingga pembagian waktu sangat di butuhkan, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan secara individu.
  7. Masyarakat kota lebih terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar, sehingga perubahan-perubahan social sangat tampak dengan jelas.

3. Permasalahan Kota

Permasalah-permasalahan yang di hadapi masyarakat kota lebih besar daripada masyarakat desa. Permasalahan tersebut antara lain adalah :

a. Pengangguran

Arus urbanisasi yang tinggi menyebabkan lapangan pekerjaan menjadi sempit sehingga banyak pengangguran . Jumlah pengangguran dewasa ini mencapai 38 juta jiwa. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung sebagian besar pengangguran banyak yang rela menjadi “Pak Ogah” yang mengatur lalu lintas dengan upah belas kasihan(kadang-kadang memaksa). Mereka mudah di mobilisasi untuk melakukan kegiatan demostrasi dan kerinutan.

b. Rawan Pangan

Jenis pekerjaan masyarakat kota lebih mengarah kepada sektor jasa dan industry yang secara tidak langsung tidak dapat menyediakan kebutuhan akan pangan dan gizi bagi dirinya sendiri (Agus Susanto, 2000), sehingga jika dilanda krisis yang  muncul adalah rawan pangan. Berdasat penelitian bahwa, kemiskinan  masyarakat kota lebih rawan apabila di bandingkan masyarakat desa.

c. Rawan Moral

Apabila rawan pangan tersebut berkelanjutan, maka akan berkembang menjadi rawan moral. Dampak dari rawan moral ini, orang akan bertindak dan akan berbuat apa saja yang tidak dapat diterima oleh akal sehat, seperti perampokan, penjambretan, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya.

d. Gelandangan

Gelandangan sebagai suatu gejala social yang terwujud di perkotaan. Munculnya gelandangan karena, pendatang desa yang rendah pendidikannya dan kurang mempunyai keterampilan, sehingga mereka tidak mendapatkan pekerjaan yang memadai di kota. Mereka akan melakukan pekerjaan apa saja asal bisa untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dan mereka juga akan menempati tempat-tempat yang kosong untuk tidur. Mereka hidup dengan tidak mempunyai kepastian dalam pekerjaan, penghasilan, dan tempat tinggal (Tadjuddun Noer Efendi, 1986).

E  Lingkungan

Ada beberapa masalah dalam lingkungan perkotaan, yaitu antara lain :

–          Meningkatnya kegiatan industri  dan transpotrasi yang dapat menghasilkan emisi buangan bahan bakar yang tinggi.

–          Kesadaran lingkungan yang rendah, terbukti seperti membuang limbah cair atau padat di sembarang tempat.

Kedua masalah tersebut menyebabkan problem bagi kesehatan masyarakat perkotaan yaitu daya tahan masyarakat kota rendah dan mudah terkana penyakit. Penyakit yang biasa menyerang dari kedua masalah tersebut adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

II. DESA

1. Pengertian dan Ciri-diri masyarakat Desa

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membentuk suatu kelompok. Kelompok tersebut menjadi lebih besar sehingga kemudian membentuk masyarakat, dan kemudian menempati suatu wilayah yang tetap maka muncullah desa. Desa juga dapat berawal dari suatu tempat yang dianggap keramat, adanya sumber air, pertambangan, pertambakan, dan lain-lain, bahkan ada yang berasal dari lokasi di antara dua desa yang saling berhubungan. Desa ini tidak dapat tumbuh jika tidak ada suatu ikatan antara satu penduduk dengan penduduk lainnya.

Adapun cirri-ciri yang menonjol bagi masyarakat pedesaan, antara lain sebagai berikut :

  1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan masyarakat kota.
  2. Sistem kekeluargaan umunya berkelompok sesuai dengan dasar kekeluargaan (Gemeinschaft atau paguyuban).
  3. Sebagian besar warga pedesaan hidup dari pertanian.
  4. Masyarakat pedesaan bersifat homogen, seperti pada hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan lain sebagainya.

2. Permasalahan di Desa

Masalah-masalah yang serong timbul bagi masyarakat pedesaan adalah antara lain sebagai berikut :

a. Pertentangan (kontroversi)

Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan(adat istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan gung-guna (black magic).

b. Pertengkaran (konflik)

Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di masyarakay pedesaan biasanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan senagainya. Pertengkaran ini juga di sebabkan karena rumah warga pedesaan saling berdekatan dan tanpa di beri pembatas(pagar), sehingga mereka akan sering bertemu dan peristiwa-peristiwa terjadinya peledekan dan ketegangan amat banyak terjadi.

c. Persaingan (kompetisi)

Kompetisi ini ada yang bersifat positif dan ada yang ersifat negatif. Apa bila kompetisi yang bersifat positif maka itu akan menambah erat tali persaudaraan di antara masyarakat pedesaan, namun apabila kompetisi ini bersifat negatif, maka akan menimbulkan permasalahan yang mungkin akan berujung pada pertengkatran.

d.  Kemiskinan

Apabila berbicara tentang masalah masyarakat pedesaan, maka tidak akan pernah lepas dai masalah kemiskinan. Karena umur kemiskinan sama dengan umur umat manusia.

Itulah pengertian dari kota,desa dan permasalahannya. Hanya sedikit yang dapat saya tulis. Semoga bermanfaat dan apabila ada kesalahan saya mohon maaf.

Resensi :

efendi wahyono,dkk. (2007).ilmu sosial dasar.universitas terbuka,jakarta

Komentar
  1. iwansoetijono mengatakan:

    terima kasih atas +an ilmunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s