Archive for the ‘Pengantar Telematika’ Category

A.  Definisi Gmail (Google Mail) :

Gmail adalah penyedia layanan surat elektronik (email) gratis milik Google yang diluncurkan pada tanggal 31 Maret 2004. Dan sempat membuat heboh banyak kalangan karena langsung menyediakan kapasitas email 1 GB yang pada saat itu sangat tidak wajar. Dan untuk pendaftarannya tidak terbuka untuk umum tetapi harus melalui undangan dari orang yang sebelumnya sudah mendapatkan account.

Fitur Gmail :

1.  Gmail menyedikan kapasitas penyimpanan sebanyak lebih dari 7000 megabyte dan terus bertambah. Jumlah ini lebih dari jumlah yang disediakan situs lain. seperti Yahoo! dan Hotmail. Hal ini berarti para pengguna dapat menyimpan sampai ribuan surat elektronik. Sampai saat ini, gmail merupakan email dengan kapasitas terbanyak.

2. Tampilan inbox (“Surat Masuk”) Gmail dalam bahasa Indonesia.

3. Gmail juga mengaplikasi teknologi pencarian Google yang memudahkan penggunanya mencari sesuatu dari email mereka. Gmail juga menampilkan iklan yang didasarkan dari email yang diterima pengguna. Iklan tersebut hanya diperlihatkan ke pengguna Gmail dan tidak dikirimkan ke alamat eksternal.

4. Gmail dapat mengirimkan attachment (lampiran) sampai 20 MB per email.

B.     Koneksi dari Perangkat Keras ke ISP

PC yang akan digunakan untuk mengakses web gmail harus memiliki koneksi internet yang terhubung dengan ISP . Agar PC dapat membuat koneksi internet maka dibutuhkan perangkat keras tambahan yaitu Modem.

Definisi Internet

Internet adalah jaringan komputer di seluruh dunia yang terhubung satu sama lain. Saat tersambung ke internet, user memiliki akses ke World Wide Web, yang menyerupai sebuah perpustakaan yang penuh berisi halaman informasi.

Bagaimana user dapat terhubung dengan internet?

Definisi ISP

Sebelum dapat mulai menjelajahi web, User perlu menyiapkan paket dengan ISP. ISP, atau Internet Service Provider (Penyedia Layanan Internet), adalah perusahaan yang memungkinkan user mengakses internet dan layanan web lainnya. Mereka menyediakan berbagai cara untuk tersambung, termasuk dial-up, kabel, optik fiber, atau Wi-Fi. Sambungan yang berbeda ini menentukan kecepatan akses internet masing-masing user.

Definisi URL, alamat IP dan DNS

URL adalah alamat web yang user ketikkan ke browser untuk mencapai sebuah situs web. Setiap situs web memiliki URL. Misalnya, URL www.google.com akan membawa user ke situs web Google.

Setiap URL juga memiliki alamat IP.

Alamat IP adalah rangkaian angka yang memberi tahu komputer tempat menemukan informasi yang Kita cari. Alamat IP seperti nomor telepon—sebuah nomor telepon yang rumit dan sangat panjang. Karena alamat IP begitu rumit dan sulit diingat, dibuatlah URL. Sebagai ganti mengetik alamat IP (45.732.34.353) untuk membuka situs web Google, user hanya harus mengetik URL, www.google.com.

Karena internet memiliki begitu banyak situs web dan alamat IP, browser user tidak otomatis tahu di mana masing-masing situs web dan alamat IP itu berada. Browser harus mencari satu-satu. Di situlah DNS (Domain Name System – Sistem Nama Domain) muncul.
DNS pada dasarnya adalah buku telepon untuk web. Bukannya menerjemahkan “John Doe” menjadi nomor telepon, DNS menerjemahkan URL, www.google.com, menjadi alamat IP, membawa user ke situs yang user cari.

Definisi Browser

Browser adalah jenis perangkat lunak di komputer yang memungkinkan user mengakses internet. Browser bertindak sebagai jendela yang menampilkan berbagai situs web tempat informasi berada kepada user. Satu-satunya yang perlu user lakukan adalah mengetik alamat web ke dalam browser dan user akan  langsung dibawa ke situs web itu.

Definisi dan Cara Kerja Penelusuran

Penelusuran benar-benar bekerja seperti namanya. Penelusuran menelusuri. Misalnya, jika mengetikkan kata “mobil” ke mesin telusur Google, permintaan akan dikirim dari perangkat user kepada server melalui internet. Browser mencari hasil penelusuran yang benar dan mengirimkannya kembali ke perangkat user – semuanya hanya dalam waktu sepersekian detik.

Mesin telusur mendapatkan hasil ini dengan merayapi dan mengindeks semua informasi yang ditayangkan secara online. Informasi dunia berlipat gkita setiap dua tahun dan tantangan untuk menghubungkan orang dengan apa yang dicarinya tidak semakin mudah – terutama untuk 16% penelusuran setiap harinya yang merupakan penelusuran baru. Teknisi harus terus berupaya keras untuk menyempurnakan penelusuran sehingga bisnis dan pelanggan tetap saling menemukan satu sama lain.

Definisi Email

Email adalah singkatan dari electronic mail (surat elektronik). Mengirim email seperti mengeposkan surat versi elektronik. Saat mengirimkan email, biasanya email akan tiba di tujuannya dalam hitungan detik. Sama seperti alamat rumah, semua orang memiliki alamat email yang unik. User harus membuat akun email sehingga dapat mengirim dan menerima email.

C.    Menelusuri Jalur Web ke gmail.com

Gunakan perintah tracert untuk mengetahui jalur yang dilalui untuk mencapai sebuah website, dalam tampilan diatas ini adalah gmail.com

1. klik start>Run. Ketikan perintah CMD.
2. Pada jendela DOS terminal, ketikan tracert disertai nama domain tujuan, seperti pada gambar contoh.
3. Tekan enter, maka akan terlihat jalur tempuh mulai dari ISP, lokasi – lokasi berikutnya, hingga akhirnya mencapai domain yang dituju. Semakin panjang jalur tempuhnya maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data data.

Koneksi Internet dengan Dial Up

Koneksi internet dial up adalah koneksi dengan menggunakan telepon biasa (rumah). Dewasa ini modem dial-up mampu mencapai kecepatan transmisi data hingga 56 Kbps (klilobit per detik), namun pada kenyataannya belum tentu sesuai dengan yang ditawarkan. Kecepatan realnya hanya sekitar 12 sampai 20 kbps.

Supaya komputer terhubung ke internet, maka membutuhkan ISP (Internet Service Provider), yaitu perusahaan yang menyediakan jasa sambungan internet. Kebanyakan perusahaan telepon, juga sebagai perusahaan penyelenggara koneksi internet. Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan dial up yang bisa di pilih :

www.indosatm2.com

www.telkomflexi.com

www.telkom.net.id
Kelebihan dial up
1. Koneksi Internet lebih mudah digunakan.
2. Hampir smua PC dan Laptop sudah terpasang modem Dial-Up.
3. Penggunaan koneksi dengan modem Dial-Up lebih murah karena koneksinya hanya bersifat sesaat.

Kekurangan dial up
1. Kecepatan aksesnya hanya berkisar 12 sampai 20 Kbps.
2. Apabila modem Dial-Up digunakan bersamaan dengan telepon rumah sedangkan modem dial up terkoneksi dengan telepon rumah dalam keadaan sibuk, maka internet akan terputus secara otomatis.

Koneksi Internet dengan Wireless (Hotspot)

Hotspot merupakan salah satu pemanfaatan wireless LAN yang biasanya dipasang di lokasi-lokasi publik seperti taman, restoran, perpustakaan, kantor, bkitara, dan lain-lain. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan. Pada umumnya hotspot menggunakan stkitarisasi WLAN IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Teknologi WLAN ini mampu memberikan kecepatan akses yang tinggi hingga 11 Mbps (IEEE 802.11b) dan 54 Mbps (IEEE 802.11g) dalam jarak hingga 100 meter. Tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan ini.

Selain memanfaatkan hotspot di lokasi umum, kita juga bisa memasang sendiri dirumah. Tentu saja harus berlangganan salah satu ISP yang koneksi internetnya bisa di sharing. Biasanya koneksi internet yang bisa disharing menggunakan koneksi ADSL atau TV kabel. Setelah koneksi internet tersedia, kita bisa menggunakan hub wireless untuk di sharing ke komputer/laptop lain tanpa menggunakan kabel. Hub wireless ini harus kita beli sendiri di toko komputer, karena provider ISP tidak menyediakannya.

Kelebihan

  • Pada umumnya, laptop saat ini sudah dilengkapi dengan card wireless, sehingga kita tidak perlu membeli modem lagi untuk mengakses internet.
  • Akses internet tidak hanya terpaku pada tempat dalam jangkauan kabel, tetapi dapat memilih tempat yang nyaman buat kita.
  • Karena kecepatan aksesnya cukup tinggi, dapat digunakan untuk men-download sesuai dengan keinginan kita.
  • Gratis, bila penyedia layanan tidak memungut biaya terhadap koneksi ini.

Kekurangan

  •  Jika ingin memasang koneksi internet ini di rumah, maka harus membeli hub wireless terlebih dahulu.
  • Koneksinya tergantung cuaca. Jika cuaca baik, koneksinya bagus. Namun jika ada hujan dan   petir, biasanya menjadi lambat bahkan putus.
  • Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya dalam kamar.

Jika kita hanya ingin memanfaatkan hotspot gratis, yang dibutuhkan adalah laptop atau handphone yang memiliki fasilitas Wi Fi. Namun, bila ingin memasang dan membagikan koneksi , kita harus membeli modem wireless.

Jika kita sering bepergian ke mall atau caf dan ingin browsing internet, sebaiknya kita membawa laptop. Di sana kita bisa langsung mencari jaringan hotspot. Namun biasanya tidak semua hotspot bisa diakses secara gratis. Beberapa diantaranya ada yang mengharuskan kita membeli voucher atau register dulu kepada penyedia layanan hotspot.

Untuk koneksi ke hotspot, maka tidak perlu mencari ISP, karena hanya memanfaatkan yang sudah ada.

Koneksi Internet dengan GPRS

Koneksi internet dengan GPRS adalah koneksi yang menggunakan handphone GSM sebagai modem. Tentu saja tidak semua handphone yang bisa digunakan sebagai modem. Hanya handphone yang memiliki fasilitas WAP saja yang bisa digunakan.

Supaya bisa meng-akses internet, kita harus mengaktifkan GPRS terlebih dahulu dengan cara bertanya ke customer service atau melihatnya di situs masing-masing operator GSM. Setelah fitur GPRS diaktfkan, baru kita bisa menghubungkan komputer ke internet dengan menggunakan handphone, baik melalui kabel data, infrared, atau bluetooth.

Secara teoritis, kecepatan tersedia adalah 60 Kbps, tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan. Pada umumnya kecepatan aksesnya maksimal 12 Kbps, itupun jika sinyal handphone penuh.

Kelebihan

1.   Bisa digunakan dimana saja, asal masih dalam jangkauan jaringan provider yang digunakan.

2. Lebih stabil dari jaringan CDMA dan dapat di bawa ke luar kota.

Kekurangan

1.   Kecepatan aksesnya rendah.

2. Jika cuaca buruk, koneksinya kadang terputus.

3. Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kamar

Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan GPRS adalah:

  •     Handphone yang mendukung wap/modem GPRS
  •     Bluetooth/kabel data/infrared
  •   Komputer/laptop

Koneksi ini sangat cocok bagi kita yang sering ke luar kota selama sinyalnya masih terjangkau oleh operator yang kita gunakan. Untuk menggunakan koneksi ini, kita tidak perlu berlangganan, sehingga kita bisa menghubungkan komputer ke internet kapanpun kita mau.

Koneksi jenis ini umumnya menggunakan volume base, sehingga kita harus pkitai memanfaatkan koneksi jenis ini. Karena pengontrolan volume base lebih sulit, sehingga pulsa akan cepat habis tanpa kita sadari.

Koneksi Internet dengan 3G

3G adalah evolusi dari teknologi GPRS yang mampu menyediakan high speed data service (384 kbps – 2Mbps). Dengan teknologi 3G maka service telephon, video, internet, TV multi media dan lain sebagainya dapat dinikmati dengan mudah.

Kelebihan:
1. Perkembangan teknologi high speed data service seperti 3G ini sangat menguntungkan baik    untuk dunia bisnis, pemerintahan maupun perorangan. Karena semakin baru teknologinya maka data yang dikirimkan akan menjadi lebih singkat.
2. Jenis data yang dapat dikirimkan dengan koneksi 3G ini menjadi lebih beragam. Tidak hanya huruf dan angka, tetapi juga gambar diam, gambar bergerak, dan suara.

Kekurangan:
1. Membutuhkan investasi yang tidak sedikit untuk membagun jaringan 3G ini di berbagai tempat.
2. Masih perlu diperhatikan aspek keamanan dan aspek etika di dalam penggunaan teknologi yang baru.
Karena dengan semakin maju teknologi yang diberikan, maka akan semakin rentan terhadap
penyalahgunaan teknologi dalam penggunaanya.

Koneksi Internet dengan 3.5G / HSDPA)

HSDPA merupakan pengembangan lebih lanjut dari UMTS yang dapat memberikan kecepatan akses hingga 7.2 Mbps.

Kelebihan

1. Bisa digunakan di mana saja dalam jaringan provider 3.5G (HSDPA)

2. Lebih stabil dan lebih cepat dari 3G

Kekurangan

1. Area jangkauannya masih terbatas pada kota-kota besar.

2. Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan 3.5G (HSDPA):

3. Handphone yang mendukung 3.5G / modem 3.5G

4. Bluetooth/kabel data/infrared

5. Komputer/laptop

Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi 3.5G (HSDPA)

·         www.telkomsel.com

·         www.indosat.com/m3

·         www.indosat.com/mentari

·         http://www.indosat.com/matrix

Kesimpulan     :

Agar user dapat mengakses web Gmail.com serta menikmati fasilitas mengirim email yang disediakan oleh Gmail, maka user harus memiliki sebuah PC / Gadget seperti tablet/smartphone yang mendukung tersedianya layanan internet ke ISP baik menggunakan koneksi dial up/ 3G, HSDPA, GPRS, atau Wireless. Untuk PC agar dapat terhubung dengan internet maka dibutuhkan perangkat tambahan yaitu modem. Perangkat modem harus disetting terlebih dahulu sesuai ketentuan dari ISP yang digunakan, serta user juga harus membeli kuota internet untuk dapat menikmati fasilitas internet. Sinyal internet juga dapat dipengaruhi oleh cuaca sering kita jumpai koneksi internet yang agak lambat saat cuaca hujan sehingga mempengaruhi aktifitas user saat menggunakan internet yang menyebabkan kinerja menjadi terganggu. Dengan menggunakan fasilitas Gmail user dapat saling mengirimkan email dengan user lain dengan mudah dimana saja dan kapan saja.

Sumber :

http://www.hong.web.id/tutorial/cara-setting-pop3-gmail

http://kutak-ketik.blogspot.com/2010/04/jaringan-internet-pengertian-jaringan.html

http://carabiners.wordpress.com/2008/04/27/56/

http://maionuryanto.wordpress.com/2010/08/11/kelebihan-dan-kekurangan-dari-gprs-3g-wi-fi-adsl-dan-cable-connection/

Manajemen Server 

Manajemen server adalah tindakan/ kegiatan yang dilakukan agar sebuah server dapat bekerja dengan seefisien mungkin dan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya masalah yang memungkinkan terjadinya sebuah server gagal berfungsi (down) atau terganggu kinerjanya.

Dalam manajemen server ada beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya adalah : perangkat (hardware) jaringan apa saja yang digunakan, arsitektur (topology/design) jaringan komputer yang dipilih beserta kelemahan dan kelebihannya serta layanan apa saja yang digunakan oleh server yang ingin di kelola (management). Tanpa adanya informasi-informasi tersebut seorang administrator server management akan kesulitan dalam mengelolanya.

Di dalam sebuah server semua perangkat seperti system operasi, hardware, aplikasi dan jaringan merupakan elemen yang sangat penting dan mutlak harus ada, karena tanpa adanya salah satu dari komponen tersebut maka server tidak akan dapat bekerja. Contoh : Sebuah server sudah dikelola (manajemen) dengan baik dan benar, termasuk aplikasi dan Sistem operasinya, tetapi tidak ada jaringan yang menghubungkan antara computer dan client, maka server tersebut tidak akan dapat melayani client karena tidak ada perangkat komunikasi diantara keduanya.

Pengelolaan Server :

Idealnya pada setiap perusahaan yang mempunyai server sendiri untuk website-website yang dimiliki. Perusahaan  membutuhkan Admin yang bertugas untuk memelihara dan memonitoring server  dan staf khusus untuk menghandle server tersebut. Tentunya hal ini dating dengan sebuah konsekwensi sendiri yang perlu untuk diperhatikan, yaitu:

Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk tim administrator server biasanya relatif besar. Diantaranya adalah pengeluaran untuk gaji, tunjangan dan biaya lainnya.

Jaminan Pemeliharaan Jangka Panjang
Hal ini sering dialami oleh beberapa pemilik server/ website ketika administrator yang mereka miliki meninggalkan pekerjaan (resign). Maka server yang dimiliki perusahaan menjadi tidak terawat dan tidak ada yang memelihara.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam mengelola sebuah server diantaranya adalah :

Server Monitoring

–          Memastikan bahwa DNS Server telah tersetting sebagaimana mestinya.

–          Mengawasi server apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

–          Mengelola log server dan menganalisa trafik terhadap server dalam bentuk laporan berkala.

Server Management

–          Mengatur struktur direktori di server.

–          Bertanggungjawab terhadap konfigurasi server baik dari sisi keamanan maupun fitur-fitur (modul) yang perlu di sediakan.

–          Membuat user dan mengatur hak akses nya masing-masing.

–          Membuat Account user untuk mengakses web dan database server.

Server Update

–          Melakukan proses update terhadap operating system yang digunakan, misalkan update patch dsb

–          Melakukan proses update terhadap perangkat lunak pendukung portal yang digunakan, misalnya PHP, MySQL dll.

System Recovery

–          Mengambil tindakan secepatnya bila terjadi error/trouble dalam operating system.

–          Mengambil tindakan secepatnya bisa terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh sistem.

Space Monitoring

–          Mengawasi pemakaian space server

Backup

–          Melakukan proses backup data secara berkala

 

IP Address

IP adress digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet, sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Setiap komputer dalam jaringan membutuhkan sebuah alamat IP yang hanya digunakan sekali dalam LAN. Karena internet juga bekerja dengan protokol TCP/IP dan tergantung dengan pengaturan alamat IP, sehingga terdapat jutaan PC yang memiliki alamat yang sama. Jika suatu komputer memiliki lebih dari satu interface maka kita harus memberi dua IP address untuk komputer tersebut masing – masing untuk setiap interfacenya.

Format Penulisan IP Address

IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing – masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.

Klasifikasi IP Address

Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255 x 255 x 255 x 255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP address terbagi menjadi 2 bagian, yaitu network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit – bit bagian awal dari IP address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung pada kelas network.
IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. COntohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keperluang eksperimental. Perangkat lunak IP menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

1. Kelas A

Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0 – 127 dengan susunan 0.xxx.xxx.xxx – 127.xxx.xxx.xxx. Jadi kelas A terdapat 127 network dengan network dapat menampung sekitar 16 juta host (255 x 255 x 255).
Contoh IP : 10.12.128.14
Contoh tersebut menunjukkan bahwa network ID dari IP tersebut adalah 10, sedangkan Host dan network tersebut yaitu 12.128.14. IP kelas A ini biasanya digunakan untuk jaringan berskala besar karena IP tersebut dapat menampung lebih dari 16 juta host.
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut :

2. Kelas B

Dua bit IP ddress kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128 – 19. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 192.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.9.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yaitu berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.
Contoh IP : 160.255.10.20
Contoh tersebut menunjukkan bahwa network ID dan IP tersebut yang terdiri dari 160.255, sedangkan host dari user tersebut adalah 10.20. IP ini biasanya digunakan untuk jaringan berskala sedang karena hanya dapat menampung host kurang lebih sebanyak 68 ribu host dan seting digunakan untuk perusahaan – perusahaan menengah ke atas.
3. Kelas C

IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing – masing network memiliki 256 host. Berjarak antara 192 – 253 dengan susunan 192.xxx.xxx.xxx – 253.xxx.xxx.xxx. Contoh IP : 192.168.1.2
Contoh tersebut menunjukkan bahwa network ID dan IP tersebut yang terdiri dari 192.168.1, sedangkan host dari user tersebut adalah 2.

4. Kelas D

IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224 – 247, sedangkan bit – bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.

5. Kelas E

IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. Empat bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248 – 255.

Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan. Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 192.168.xxx.xxx digunakan penulisan 192.168/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.

Kesimpulan :

Dalam melakukan manajemen server ada beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya adalah : perangkat (hardware) jaringan apa saja yang digunakan, arsitektur (topology/design) jaringan komputer yang dipilih beserta kelemahan dan kelebihannya serta layanan apa saja yang digunakan oleh server yang ingin di kelola (management). Tanpa adanya informasi-informasi tersebut seorang administrator server management akan kesulitan dalam mengelolanya.

IP adress digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet, sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Setiap komputer dalam jaringan membutuhkan sebuah alamat IP yang hanya digunakan sekali dalam LAN. Kelas IP yang paling banyak digunakan dalam jaringan saat ini adalah kelas C.

Keuntungan :

Dalam menggunakan IP address memiliki beberapa keuntungan dalam manajemen server. Namun juga memiliiki beberapa kekurangan dalam IP address. Yaitu adalah :

–          Berfungsi untuk mengatur alamat masing-masing komputer dalam suatu jaringan sehingga mempermudah dalam melakukan proses bertukar suatu informasi / mengakses internet

–          Meningkatkan performance dan keamanan dalam jaringan

Kerugian :

Sebenarnya kerugian yang ada adalah adanya beberapa aturan yang harus di pahami dalam melakukan atau pemberian kelas IP. Diantaranya adalah :

–          127 tidak boleh digunakan sebagai net id dikarenakn net id 127/8 digunakan sebagai IP loopback, yaitu IP yang mengarah ke PC itu sendiri

–          0 tidak boleh digunakan sebagai net id di karenakan net id 0/0 digunakan untuk pengarahan ke semua komputer di internet.

–          255 tidak boleh digunakan sebagai net id atau host name dikarenakan 255 digunakan untuk net mask dan IP broadcast (IP yang mengarah ke seluruh komputer pada jaringan)

 

Referensi :

http://catatanningsih.blogspot.com/2012/03/klasifikasi-ip-internet-protocol.html

https://mildsend.wordpress.com/2013/11/20/manajemen-server-server-management/

Pengertian Client, Server dan Arsitektur Client-Server

Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.

• Arsitektur Client

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna. Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.

Dibawah ini merupakan struktur dari arsitektur client :

• Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC.
• Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri.
• Berbagi hardware atau software.

Komponen dasar Client Server
Pada dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu Client, Middleware, dan Server. Gubungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:

Contoh pada GSM modem

Dibawah ini adalah bebrapa kekurangan dan kelebihan dari networking client server.

Kelebihannya adalah :
– Tingkat keamanan jaringan terjamin
– Dengan administrasi jaringan yang disentralkan, pengaturan jaringan menjadi lebih mudah
– Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
Kekurangannya adalah :
– Memerlukan software NOS yang menguras kantong, seperti; Windows Server, Novell, UNIX, dll.
– Mesin server membutuhkan hardwer berspesifikasi tinggi
– Membutuhkan administrator yang profrsional
– Jika server down, kegiatan jaringan akan tersendat

Referensi :

http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/10/arsitektur-client-server.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/arsitektur-clientserver/
http://jejaringinternet.blogspot.com/2012/06/kelebihan-kekurangan-peer-to-peer.html

Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.

Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi teknologi telematika secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam “digital divide” yang semakin tertinggal terhadap negara-negara maju. Indonesia perlu melakukan terobosan agar dapat secara efektif mempercepat pendayagunaan teknologi telematika yang potensinya sangat besar.

Teknologi informasi dan komunikasi, pada masa sekarang tidak dapat dilepaskan dengan telematika (cyberspace). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan di masyarakat, antara lain dalam alam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia. Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi. Teknologi telematika yang telah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu informasi.

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

• Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;

• Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;

• Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

 

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika